Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

gravatar

Kerak Telor

Kerak telor adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.

Kerak telor merupakan salah satu makanan khas daerah Betawi. Makanan ini dibuat dari bahan-bahan antara lain seperti beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi (udang kering) dan parutan kelapa yang disangrai kering, serta bawang goreng, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir sebagai bumbu pelengkapnya.

Cara membuat makanan ini cukup unik karena tidak dimasak di atas kompor namun dimasak diatas bara api. Pedagang kerak telor sesekali membalikkan wajan agar permukaan dari kerak telor tersebut juga terpanggang dan matang merata sambil dikipas-kipas agar bara api tetap menyala. Setelah kering dan matang kerak telor siap untuk disajikan. (dari berbagai sumber)


...lanjutkan baca...
gravatar

Sudin Pariwisata Jaktim Gelar Festival Kuliner 2010 Di PTC

Plh. Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, Sabtu (20/11), membuka Festival Kuliner 2010, di Pulogadung Trade Center (PTC), Cakung. Kegiatan yang digelar Sudin Pariwisata Jakarta Timur ini, sebagai salah satu bentuk dukungan untuk mempromosikan dan memajukan wisata belanja di Jakarta Timur.

“Penambahan jumlah tempat wisata belanja Jakarta Timur yang terus meningkat, perlu dukungan dari semua pemangku kepentingan karena sektor ini sangat membantu program pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran khususnya di Jakarta Timur,” papar Krisdianto, seusai membuka kegiatan.

Untuk itu pada kesempatan ini dirinya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada pengelola, pedagang, pengunjung PTC dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan Festival Kuliner ini. “Kegiatan Festival Kuliner ini sebagai bentuk dukungan dalam mempromosikan dan memajukan wisata belanja di Jakarta Timur,” ujar Krisdianto.

Selain mempromosikan wisata belanja, menurut Krisdianto, kegiatan ini juga untuk mempromosikan aneka kuliner atau makanan khas Betawi kepada masyarakat luas. “Tentunya dari promosi yang dilakukan tersebut, usaha kuliner yang ada di Jakarta Timur dapat semakin dikenal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.


Pada kesempatan ini, Krisdianto mengajak para pengelola pusat-pusat perdagangan di Jakarta Timur untuk meningkatkan promosi mereka dalam upaya menarik pengunjung. “Tanpa promosi, pusat-pusat perdagangan yang ada tidak akan dikenal. Sayang kalau banyak warga yang berbelanja ke wilayah lain, padahal di Jakarta Timur sendiri banyak pusat perbelanjaan yang bagus, namun karena kurang promosi jadi tidak dikenal,” katanya.

Sementara itu menurut Kasudin Pariwisata Jakarta Timur Kris Irawan, Festival Kuliner 2010 diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran makanan, bazar dan demo masak. Selain itu para pengunjung juga dihibur atraksi juggling bartender dari para mahasiswa Akademi Pariwisata Indonesia (AKPINDO), pertunjukan kesenian Betawi dan musik.

Menurut Kris, kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan sentra ekonomi atau pusat-pusat perdagangan di Jakarta Timur. Selain itu, juga untuk memotivasi para pengusaha kuliner khususnya dari sektor usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat semakin berkembang.

“Diharapkan melalui promosi ini dapat semakin meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. (Rodin Daulat/Kominfomas JT)
 

...lanjutkan baca...
gravatar

Keong Racun, dulu Hama Kini Menguntungkan

Keong beracun atau yang biasa disebut keong mas (Pomacea canaliculata) yang selama ini dikenal sebagai hama potensial tanaman padi, jika dikelola dengan baik merupakan komoditas prospektif untuk menambah penghasilan petani dan peternak. Hama yang satu ini ternyata dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku alternatif untuk pembuatan pakan ternak.

Selain pembuatan mudah, pakan bebek yang terbuat dari keong mas ini sangat menguntungkan bagi peternak. Pasalnya selain mudah didapat, juga dapat membuat bebek bertelur jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan hanya diberi makanan olahan dari pabrik.

Selama ini keong mas selalu menjadi momok yang cukup meresahkan petani. Hewan tersebut mempunyai sifat menyerang dan merusak batang tanaman padi milik petani. Keong Mas merupakan hawa yang paling “ditakuti” oleh para petani, karena berkembang biak sangat cepat, sehingga padi yang terserang keong mas langsung mati. Hewan ini banyak dijumpai di persawahan, lebih-lebih bila petani mulai membajak sawah.

Siput yang konon berasal dari Amerika Latin ini, menempelkan telurnya di batang padi yang mulai dewasa. Setelah menetas, siput-siput ini langsung mengkonsumsi batang padi hingga akhirnya menimbulkan kematian pada tanaman padi. Jika tidak dibuang, hama ini jelas akan melahirkan mimpi buruk bagi para petani karena panen mereka terancam gagal. Yang meresahkan petani, pembiakannya sangat cepat sehingga para petani kewalahanan membasminya.

Untuk membasmi hama ini biasanya para petani mengambilnya satu demi satu keong mas kemudian dibuang. Namun lain ceritanya bagi Sardjono, Kepala Desa Karangmalang Masaran Sragen. Bagi dia, keong mas ternyata dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak bebeknya.

Melibatkan masyarakat untuk ikut membasmi hama

Sejak beberapa bulan lalu, Sardjono memberdayakan masyarakatnya untuk berperan aktif membasmi keong mas di desanya. Untuk “merangsang” masyarakat agar mau, ia memberi imbalan Rp.500 setiap kilogram keong mas yang dikumpulkan.

Himbauannya ternyata mendapat sambutan yang baik. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun banyak yang ikut serta berburu keong mas. Setiap harinya, sebanyak 5 hingga 8 ton keong mas dapat dikumpulkan. Untuk memberi imbalan, Sardjono harus merogoh kocek Rp. 2.500.000 hingga Rp. 4.000.000 per harinya.

Manfaatkan hama untuk pakan bebek

Keong yang dikumpulkan tersebut ia manfaatkan untuk pakan ternak bebek miliknya. Caranya cukup sederhana. Keong yang diterima langsung di giling dengan mesin yang baru ia beli. Setelah digiling, keong mas yang kini berbentuk serbuk kasar, kemudian di masukkan ke dalam karung. Setelah itu, dicuci. Untuk mencucinya cukup mudah. Karung-karung yang berisi serbuk keong mas, diceburkan ke sungi yang terletak dibelakang rumahnya. Setelah di cuci barulah dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kering barulah serbuk keong mas dapat dimanfaatkan untuk pakan bebek. Caranya cukup dicampur dengan bekatul.

Menurut Bapak muda ini, dengan memanfaatkan keong mas, dia dapat meng-efisiensi biaya pakan hingga 50% bila dibandingkan dengan menggunakan pakan konsentrat. “Tapi yang lebih penting, kami dapat ikut serta memberantas hama para petani,” imbuhnya.

Kandungan Gizi Keong Mas

Keong memiliki kandungan gizi sangat tinggi karena daging keong mengandung protein. Menurut Dr Ir Sulistiono, MSc, Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) (harian Pelita, Jum’at,13/4),kandungan gizi keong mas diketahui mengandung asam omega 3, 6 dan 9. Dari hasil uji proksimat, kandungan protein pada keong mas berkisar antara 16 hingga 50 persen.Selain banyak mengandung protein, hewan dari keluarga moluska ini juga kaya akan kalsium. Penggunaan keong mas untuk pakan itik terbukti mampu menaikkan hasil telur hingga 80 persen.

Mengenai ketersediaan pasok, kata dia, tidak perlu dikuatirkan karena dalam sebulan seekor keong mampu memproduksi 1.000 hingga 1.200 butir telur, tingkat mortalitasnya rendah, dan siklus hidup hanya 60 hari.
Sayangnya, belum semua daerah memanfaatkan spesies ini meski penyebaran populasinya sudah mencapai hampir seluruh wilayah Indonesia. Keong mas disebut sebagai hama unggul karena memakan segala tanaman terutama tanaman padi muda dan pembibitan.

Di beberapa daerah, keong mas diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti sate, pepes, sambal keong, hingga kecap keong. Masyarakat juga percaya, keong mas dapat digunakan untuk mengobati penyakit lever. Namun belum ada pembuktian ilmiah mengenai khasiat ini. Keong mas juga berperan sebagai pengendali keong lain jenis Bulinus sp dan Biophalaria sp yang merupakan inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan penyakit gatal-gatal dan schistosomiasis yang biasa menginfeksi penduduk tropis. (N.Hart)

...lanjutkan baca...
gravatar

Warung Sate dan Tongseng Keroncong

Alamat: Jl. Matraman Raya Gg. Lele no 224 (dekat hotel alia/samping polres jakarta timur)
Info: Kedai yang telah berdiri lebih dari 40 tahun ini memiliki hidangan istimewa tongseng sambil mendengarkan lagu keroncong. Karena itu dikenal dengan sebutan Tongseng Keroncong. Selain itu juga tersedia sate kambing.
Jam Buka: 8:00 - 20:00

...lanjutkan baca...
gravatar

Kerak Telor



Kerak telor adalah makanan asli daerah Jakarta (Betawi), dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.

Kerak telor merupakan salah satu makanan khas daerah Betawi. Makanan ini dibuat dari bahan-bahan antara lain seperti beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi (udang kering) dan parutan kelapa yang disangrai kering, serta bawang goreng, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir sebagai bumbu pelengkapnya.

Cara membuat makanan ini cukup unik karena tidak dimasak di atas kompor namun dimasak diatas bara api. Pedagang kerak telor sesekali membalikkan wajan agar permukaan dari kerak telor tersebut juga terpanggang dan matang merata sambil dikipas-kipas agar bara api tetap menyala. Setelah kering dan matang kerak telor siap untuk disajikan. (dari berbagai sumber)
 

...lanjutkan baca...

Archive

Entri Populer